pengalaman
pengalaman mengesanku
Hai, namaku Washilah mukhtar. Setiap orang pasti memiliki pengalaman yang mengesankan bukan? ya pasti, jadi sekarang saya akan menceritakan pengalaman mengesanku.
Jadi aku ini adalah santri TK/TPA, di TK/TPA ku itu mempunyai peraturan yaitu jika kita sudah meghafal juz 30 maka kita akan diikutkan yang namanya ujian munaqasyah. Pada ujian munaqasyah itu kita diwajibkan banyak sekali materi hingga membuat saya harus latihan siang malam untuk ujian munaqasyah itu.
Awalnya, orang tua kami melakukan rapat bersama ustad/ah kami. Dan setelah orang tua kami menyetujuinya maka kami mulai latihan. Pada awalnya kami hanya latihan pada siang sampai sore. Tetapi hafalan kami begitu kacau, karena pada awal kami latihan soalnya/ materinya itu sangat susah, dan lama kelamaan kami pun merasa bosan atau kami tidak mempunyai kemajuan dalam hafalan kami, dan ustadz/ah kami melakukan rapat untuk mengetahui apa yang santri lakukan pada saat di rumahnya,. dan ternyata sebagian besar kami hanya bermain handphone ketika di rumah dan kami semua diberitahu kepada ustadz/ah agar tidak bermain handphone ketika di rumah dan ketika kami bermain handphone di rumah maka kami tidak akan di ikutkan untuk ujian munaqasyah dan kami wajib untuk latihan siang malam agar dapat mengikuti ujian munaqasyah.
Dan pada saat itu aku tidak pernah bermain handphone kecuali jika saya belajar online. Saya pun menghafal dan latihan terus menerus. Saya lakukan itu karena saya ingin mengikuti ujian munaqasyah dan saya kasihan terhadap ustadz/ah yang melatih kami pada siang dan malam, dan orang tua yang mendoakan kami agar dapat mengikuti ujian mynaqasyah
Kami telah latihan selama 2-3 bulan, dan pada saat tanggal 23 juni 2020 kami pun ujian munaqasyah, pada saat tanggal 22 juni kami latihan dari jam 12.00 sampai jam 17.30 dan mempelajari semua materi-materi. Dan ketika kami ingin pulang ustadz/ah memberitahu kami bahwa kami tidak perlu menghafal atau belajar pada malam hari, kami hanya disuruh untuk istirahan pada malam hari karena jika kami terlalu memikirkannya maka bisa jadi kami stress atau sakit. Dan pada tanggal 23 juni 2020 kami pun melaksanakan ujian munaqasyah, tapi sebelum kita ujian ustadz/ah menyuruh kita agar baca doa sebelum mengerjakannya. Dan kami pun ujian, pada saat itu saya dan para santri sangat senang karena soal-soal ujian munaqsyah itu pernah kami pelajari, dan para ssantri dari TK/TPA lain begitu susah untuk mengerjakannya.
Dan yang saya ambil dari pengalaman ini adalah;
"kita tidak dapat berputus asa, kita harus berusaha terus menerus karena tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kesusahan, karena dibalik kesusahan itu pasti ada kesenangan"
Komentar
Posting Komentar